Friday, October 10, 2014

Contoh Naskah Drama LENGKAP

Contoh naskah drama yang bagikan berikut ini admin ambil dari tugas seorang teman waktu dulu masih kuliah mengambil jurusan bahasa dan sastra. Untuk selanjutnya silahkan gunakan naskah berikut untuk pembelajaran kalian sebagaimana mestinya.

naskah drama jaka tarub



Silahkan dibaca dengan seksama mungkin kalian tertarik dengan cerita yang ada didalamnya.

Lagu Keong Racun

(Ira dan Riski keluar membawa tulisan “Keong dan Racun”). Tiba-tiba sutradara keluar...

Sutradara:”cut... cut... cut...” (musik berhenti).“Apa-apaan kalian ini, saya kan sudah bilang, ini bukan cerita Keong Racun? Ayo pergi... keluar... aneh-aneh saja kalian ini! Maaf penonton yang berbahagian, baru saja adalah adegan Cuma di rekayasa, dan saatnya kita saksikan penampilan teater yang berjudul “Jaka Tarub”....

Prolog

“Dahulu kala, di sebuah desa bernama Tarub, tinggallah seorang janda bernama Mbok Randa Kadadap. Sejak suaminya meninggal dunia, ia mengangkat seorang bocah laki-laki sebagai anaknya. Setelah dewasa, anak itu dipanggilnya Jaka Tarub.

Penari datang memulai penampilannya sebelum adegan drama Jaka Tarub dimulai (musik menyesuaikan).

Di dalam rumah

(Kelihatan simbok Randa Kadadap sedang menyulam, kondisinya batuk-batuk. Sambil mendendangkan lagu “yen ing Tawang ono lintang...cah ayu...)

Mbok Rondo:“Wes awan koyo ngene kik si Jaka Tarub belum pulang yo? Ngomonge neng sawah macul karo nggolek kayu. Jaka... Jaka.... Lha mbok nek arep balik telat ki yo mbok yo SMS utawi telepon Simbok, dadine kan Simbok ora cemas koyo ngene. Ah...opo tak telepon wae yo si Jaka?”.

(Operator: Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif, atau berada di luar service area. Cobalah beberapa saat lagi. Kasihan deh loe...)

Mbok Rondo:“Oalah le... le... simbok kan jadi risau memikirkanmu? Ditelepon Hp ne ora aktif, huufff.....”

Tiba-tiba Jaka Tarub datang dengan teman-temannya, yakni Jaka Kriting dan Jaka Lengan.

Jaka Tarub:”Hay mother... how are yau? I’m very kangen kepadamu”.

Mbok Randa:”Dari mana saja kamu tho le... le..., wes awan kok nembe bali, Simbok kan kangen?”.

Jaka Kriting & Jaka Lengan: “uuuuhhhh......to tweeetttt......”.

Jaka Lengan: “Simbokmu gaul yo bro.....?”.

Jaka Kriting: “Udah di gauli sih???? Hahaha......”.

Jaka Tarub: “Hus!!! Gak ilok, saru ah...! Emmh... niki wau kulo ketemu kaleh rencang-rencang kulo ten saben Mbok. Niki mantan rencang kulo riyen ten TK, naminipun Jaka Kriting, S.S (spesialis suling). Lan saktunggalipun niki Jaka Lengan, S.Pd (spesialis pencurian dokar)”.

Mbok Randa: “ Oh iyo... kowe ki cah loro kok elek-elek yo.....????”.

Jaka Kriting: “Ngenyek kok pas, hahaha.....”.

Jaka Lengan: “Ah.... Simbok bisa aja. Yo mpun Mbok, kulo kale Jaka Krting wangsul rumiyen ke my home masing-masing, ngeleh arep makan dulu Mbok”.

Jaka Kriting: “ beli buah…

Sma mbak luluk…

Wis ah…

Pamit dulu…”

Mbok Randa: “okkelah kalo beg-beg-beg-begitu…”

Jaka Tarub: “Ati-ati ya Mbut…”

Jaka Kriting: “Kok Mbut ciehhh…”

Jaka Tarub: “Rambut kriting…

Ha…ha…ha…, nanti kalau ketilang polisi SMS ya…”

Jaka Lengan: “Lha emang kenapa…”

Jaka Tarub: “Aku ikut lari…”

(Jaka Lengan dan Jaka Kriting meninggalkan rumah Jaka Tarub dan Jaka Tarub memijiti kaki Simboknya)

Mbok Randa: “ Leee...”

Jaka Tarub: “nggeh Mbok…”

Bok Randa: “kamu itu bagaimana to…, coba di lihat kamu itu sudah dewasa, wis pantes kamu meminang gadis, cepet to kowe mbojo…, Mbok mu ini sudah ingin sekali meminang Cucu Le…”

Jaka Tarub: “Mbok, Jaka belum ingin menikah dulu, tapi Jaka ingin merawat simbok dulu…”

Mbok Randa: “Tapi, jika simbok tiada kelak, siapa yang ingi menemani dan mengurus kamu Le…”

Jaka Tarub: “Sudahlah Mbok…, semoga saja Simbok berumur panjang, sepanjang kasihku pada Simbok…’

Mbok Randa: “Le… Le…, di luar itu banyak Gadis yang ingin menjadi istri kamu, seharusnya kamu bisa memilih diantara mereka yang kamu sukai…” (Mbok Randa batuk-batuk)

Jaka Tarub: “ Oalah Mbok… Mbok…, pokoknya si Jaka belum pingin menikah. Aku ingin bersama Simbok dahulu dan pingin menjaga keperkasaan Jaka…”

Mbok Randa: “Nggayamu Le…”

(Tiba-tiba Mbok Randa batuk-batuk tanpa henti)

Jaka Tarub: “Simbok kenapa…???” (Jaka Tarub memegang kening Simbok) “badan Simbok panas, Simbok istirahat saja dulu, Joko mau mencari daun dhadhap…”

Mbok Randa: “Iyo Le…, ati-ati be care full on the way…”

Joko Tarub: “Yes Mother…” (Jaka Tarub meninggalkan rumah)

(Tidak lama kemudian, daun dhadhap yang dicari oleh Jaka Tarub telah ditemukan dan sudah diramu buat Simbok Tarub. Jaka Tarub keudian masuk rumah)

Jaka Tarub: “Ini Mbok…, Jaka Tarub bawakan daun dhadhap yang sudah dicampur dengan daun singkong, daun nanas, daun kelapa, kulit durian, kulit jengkol, dan kulit kayu, dicampur dengan sedikit terasi…, ayo dicoba Mbok…”

(Simbok Tarub hanya diam saja, dan ternyata sudah tidak bernyama)

 jaka Tarub: “Mbok…, Simbok…, bangun mbok? Simbok kenapa…, jangan tinggalin aku sendirian mbok, kenapa mati tidak ngajak-ngajak Mbok…. Huff!!!. Kata orang, manusia itu berasal dari tanah, dan akan kembali ke tanah. Ayo mbok… saya gendong, Joko akan kuburkan Simbok di depan rumah, supaya kalau rumah kebakaran, Simbok bisa lari duluan”.

(Joko mengangkat Simbok, tetapi tidak kuat)

Mbok Randa: “Kuat tidak? Ah… gak asyik, biarkan simbok jalan kaki saja”.

Jaka Tarub: “IyaMbok hati-hati, ini ada cemilan buat simbok, mbok’an Simbok laper di dalam kubur, salam buat Mbah Surip ya Mbok, kalau ketemu?”.

Mbok Randa: “Iyo Le…,jaga diri kamu baik-baik y?”

(Simbok pun pergi membawa koper eliminasi dan lagu slow mengiringi kepergiannya. Kamerawan datang untuk mewawancarai Jaka Tarub atas kepergian Simboknya)

Jaka Tarub: “Pemirsa…, malam ini di ATJ (Akademi Jaka Tarub) yang telah tereliminasi adalah Simbok Jaka Tarub, semoga arwah Simbok Randa Kadadap selamat sampai tujuan. Hati-hati mbokdan selamat jalan, nanti kalau jalan lampu merah diterjang saja”.

(Sejak kematian Mbok Randa dadap, Jaka Tarub sering melamun, dan kini sawah ladangnya terbengkalai)

Jaka Tarub: (Melamun…) “Ah…, sia-sia saja aku bekerja, untuk siapa hasilnya dari pada susah-susah memikirkannya, tidur aja ah…”

(Suatu malam, Jaka Tarub bermimpi memakan daging rusa. Saat terbangun dari mimpinya, Jaka Tarub berselera ingin makan daging rusa).

Jaka Tarub: (Bangun dari mimpinya) “Alamak… perutku laper, jadi kepingin makan daging rusa. Saatnya pergi ke hutan. Semoga dapat daging rusa”

(Jaka Tarub membawa panah dan sumpit andalannya dan segera pergi ke hutan. Jaka Tarub bergegas mencari rusa utuk dimakan dagingnya di sebuah hutan yang jarang dijamah oleh manusia)

Jaka Tarub: “Huh…, hamper 5 jam tak seekor rusa pun nongol. Jangankan Rusa, kancilpun tidak ada. Edyan ah…, nasib… nasib…? Apa mencuri Rusa di Kebun Raya Bogor aja ya…”

“Sudah bermil-mil aku berjalan tidak ada hasilnya, lebih baik tidur aja ah…, semoga dengan tidur seekor Rusa datang menemuiku”.

(Jaka Tarub pun tidur di bawah pohon dan disaat itu juga datang 7 Bidadari cantik dari kayangan)


Lagu dan menari

(Ke-7 Bidadari datang dari kayangan, mereka datag dimulai dari Bidadari tertua dan diikuti oleh 6Bidadari lainnya)

Bidadari 1: “Stop-stop, hmmm… disini kayaknya enak nih buat refressing”.

Bidadari 2: “Bener Nimas, disini kayaknya enak buat foto-foto”.

Bidadari 3: “Foto-foto duluyuks…”

Semua Bidadari: “Yuuukkk…”

Bidadari 1: “Eh… tapi kalian jangan lupa, harus bayar arisan”.

Nawang Wulan: “Tenang Jeng, minggu depan aja deh… kita-kita kan belum gajian…”

Bidadari 4: “Gerah ni Jeng, mandi dulu yuk…”

Contoh naskah dramanya dilanjutkan ke part - 2 - ...

Contoh Naskah Drama LENGKAP ( Part 2 )
Contoh Naskah Drama LENGKAP ( Part 3 )

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Contoh Naskah Drama LENGKAP

0 comments:

Post a Comment